Jumat, 12 November 2021

Sejarah perkembangan psikologi dan pandangan-pandangan awal aliran psikologi

 

A. Sejarah Perkembangan Psikologi

Psikologi bermula dari konsep sederhana yang kemudian terus dikembangkan dengan pemikiran kritis oleh para ahli psikolog, hingga dikenal sampai sekarang ini. Psikologi kemudian berkembang menjadi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kejiwaan dan respon tingkah laku manusia dengan lingkungannya. Berbagai macam pendapat ahli bermunculan di jamannya, sebagai suatu proses penyempurnaan konsep psikologi itu sendiri, hingga disepakati dan memiliki makna yang relevan. Sejarah perkembangan psikologi dibagi menjadi beberapa periode jaman dari mulai pra berdirinnya psikologi hingga psikologi seperti yang dikenal saat ini. Berikut ini adalah ulasan sejarah perkembangan psikologi.

1. Periode Pra berdirinya Psikologi

Psikologi berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliku arti jiwa dan kata sehingga diartikan keilmuan yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi bersifat abstrak. Akan tetapi, sifat ini memiliki batasan pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa. Sifat itu berupa tingkah laku atau proses melakukan suatu kegiatan. Sehingga psikologi didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dan proses kejiwaan manusia. Psikologi memiliki kisah perjalanan yang panjang, bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan tentang laboratoriumnya pada tahun 1879 yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. Psikologi dapat dikatakan sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa. Berdasarkan pandangan tersebut, sejarah psikologi dibagi menjadi beberapa periode dengan para tokoh ahli didalamnya.

Pra psikologi juga merupakan periode dimana psikologi belum dijadikan sebagai keilmuan, atau juga masih menjadi dasar pemikirann- pemikiran yang menjadi dasar terbentuknya psikologi. Hasil pemikiran- pemikiran kritis terhadap hubungan manusia dengan lingkungannya yang memunculkan suatu pola tingkah laku khusus inilah yang menjadi daya tarik Wundt untuk mendalami lebih lanjut hubungan ketiganya sehingga muncul istilah psikologi. Psikologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia dan tingkah lakunya sebagai respon kaitan dengan lingkungan tempat tinggalnya. 

2. Psikologi sebagai Ilmu yang otonom

Pada akhir abad ke 19, merupakan babak baru dalam sejarah psikologi. Tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan sebuah laboratorium psikologi pertama sebagai titik awal perkembangan sejarah psikologi. Laboratorium Wundt didirikan di Leipzig. Wundt juga memperkenalkan metode instropeksi yang digunakan dalam penelitian- penelitiannya. Dia juga dikenal sebagai tokoh penganut strukturalisme karena mengungkapkan teori yang menguraikan struktur dari jiwa. Wundt percaya bahwa jiwa terbentuk dari elemen- elemen. Kemudian, memiliki mekanisme penting yang menghubungkan antar elemen kejiwaan sehingga membentuk struktur jiwa yang utuh dan disebut asosiasi. Oleh karena itu Wundt juga disebut sebagai tokoh asosianisme. Kemudian, Edward bradford Titchener mencoba menyebarluaskan ajaran dari Wundt ke Amerika. Namun orang Amerika kurang menyukai teori Wundt dan menganggapnya terlalu abstrak dan sulit diterapkan secara langsung. Mereka akhirnya membentuk aliran sendiri yang disebut fungsionalisme dengan tokoh tokoh seperti William james, dan James Mc Keen Cattel. Aliran ini lebih berfokus pada fungsi jiwa dari pada strukturnya. Cattel menemukan teknik evaluasi psikologi berupa psikotest yang merupakan bukti bahwa orang Amerika cukup pragmatis. Meskipun sudah pragmatis, namun aliran fungsionalisme masih dianggap terlalu abstrak. Sarjana Amerika mengehendaki agar psikologi mempelajari hal hal yang objektif dan dapat dilihat. John Broades Watson merupakan pelopor dalam hal ini yang kemudian dikembangkan oleh Edward Chase Tolman dan B.F Skinner.

Selain di Amerika, di Jerman sendiri Wundt mulai mendapatkan kritikan dan koreksi. Oswald Kulpe merupakan salah satu murid Wundt yang kurang puas terhadap ajarannya dan kemudian menciptakan aliran sendiri. Dia menolak anggapan Wundt bahwa berpikir itu selalu dalam piikiran atau bayangan. Kulpe berpendapat bahwa bila tingkat berfikir yang semakin tinggi, tidak akan menyerupai bayangan, melainkan pemikiran yang tidak terbayangkan.

Di Eropa muncul aliran gestalt. Aliran Gestalt menolak ajaran Wundt yang berfokus pada elemen elemen dan berpendapat bahwa gejala kejiwaan perlu dilihat sebagai suatu hal yang bersifat keseluruhan dan tidak dapat dipecah- pecah menjadi bagian. Krueger pada tahun 1924 mengenalkan istilah Ganzheit yang disebut hampir sama dengan aliran gestalt, meskipun Krueger menyebutkan bahwa Ganzheit merupakan bentuk pengembangan dari Gestalt. Krueger berpendapat bahwa teori Gestalt terlalu berfokus pada persepsi objek. Hal ini menjadi keraguan karena penghayatan yang menyeluruh adalah hal utama terhadap ruang dan waktu. Sehingga tidak dilihat berdasarkan persepsi saja.

Perkembangan teori psikologi menurut Gestalt berkembang dari field teori atau teori lapangan oleh Kurt lewin. Mulanya Lewin tertarik dengan faham yang dianut oleh gestalt, namun kemudian dia memberikan kritik karena dianggap tidak adekuat. Lewin kemudian mengembangkan psikologi kognitif di Amerika Serikat sebagai langkah lanjutan. Psikologi kognitif merupakan gabungan dari aliran behaviorisme dan aliran Gestalt yang dibawa pada tahun 1940- an. Aliran psikologi kognitif berfokus pada proses- proses pusatseperti sikap, harapan, dan ide dalam membentuk tingkah laku.

Kognitif diartikan sebagai sesuatu yang terjadi di alam sadar/ kognisi. Salah satu tokoh psikologi kognitif antara lain adalah L. Fertinger. Psikoanalisa kemudian lahir membawa pengaruh yang besar dalam perkembangan psikologi hingga saat ini. Psikoanalisa menjelaskan hal hal yang juga tidak tampak dari luar dan secara khusus berusaha menjelaskan apa yang ada di dalam kesadaran manusia.

3. Perkembangan Psikologi Modern

Sejarah perkembangan psikologi berisi mengenai pendapat- pendapat para tokoh- tokoh sejarah ilmu jiwa yang menjelaskan mengenai kejiwaan. Terbentuknya psikologi modern tidak terlepas dari pengaruh para tokoh- tokoh psikologi di masa lalu. Aliran modern yang muncul pada perkembangan psikologi adalah strukturalisme.

Strukturalisme ini adalah awal munculnya pernyataan psikologi sebagai disiplin ilmu yang bersifat otonom dan dibangun menggunakan laboratorium penelitian. Namun karena banyaknya pendapat dan pertentangan maka munculnya banyak aliran- aliran psikologi lainnya, yaitu: fungsionalisme, behaviorisme, gestalt psychology, psikoanalisis, humanistic psychology.

Berikut ini diuraikan lebih jelas lagi mengenai aliran- aliran tersebut:

  • Strukturalisme

Psikologi pertama kali dikembangkan di laboratorium Wundt sebagai bapak pendirinya. Dengan meneliti mulai dari filosofi- filosofi yang terkait dengan kejiwaan dan mencapai tujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan. Metode instropeksi digunakan secara eksperimental untuk melakukan penelitian secara analisa. Tujuannya untuk menentukan pengalaman kesadaran dengan mengobservasi dan menganalisa unsur- unsur tertentu. Strukturalisme ini mempelajari psikologi dari unsur- unsur yang sudah disusun.

  • Fungsionalisme

Pelopor aliran Fungsionalisme adalah William James. James beranggapan bahwa pendapat Wundt keliru apabila percobaannya lebih berpusat pada penemuan struktur dan bukan kesadaran atau respon manusianya. c. Aliran ini beranggapan bahwa kelangsungan hidup seseorang merupakan jiwa hubungannya dengan lingkungan. Secara dinamis, aliran ini juga merupakan proses mental terjadinya aktivitas psikologi tujuan dan fungsi.

  • Behaviorisme

Behaviorisme masuk sebagai gerakan atau aliran psikologi yang kuat dan cukup berpengaruh. Pendiri aliran behaviorisme ini adalah John B. Waston. Aliran ini fokus pada gejala- gejala kesadaran atau dibawah alam sadar. Akan tetapi, masih sesuai dengan tugas psikologi yang berusaha mengamati bentuk tingkah laku dan bagaimana tingkah laku seseorang dikendalikan. B. F. Skinner menyatakan bahwa lingkungan merupakan kunci pennyebab terbentuknya suatu tingkah laku atau respon manusia. Untuk dapat lebih dalam memahami manusia, maka kita perlu melihat lingkungan tempat manusia itu hidup.

  • Gestalt Psychology

Aliran ini merupakan suatu bentuk pandangan yang terstruktur atau strukturalisme. Pemikiran Gestalt membentuk suatu pola, atau dasar sebagai unit kesatuan sedangkan alat yang mendasarinya adalah persepsi dari hasil pengamatan.

  • Psikoanalisa

Aliran ini muncul pada tahun 1900- an. Psikologi dikembangkan awalnya dari dasar- dasar tinjauan klinis- psikiatris dari aliran psikoanalisa. Psikoanalisa diawali oleh Sigmund Freud seorang psikiater dari Australia. Pengobatan dilakukan untuk pasien dengan gangguan kejiwaan dan teori kepribadian itu muncul sebagai pendekatan psikoterapi dari berbagai pasien dengan gangguan mental yang berbeda.

  • Humanistic Psychology

Aliran humanistik merupakan bantahan dari kekurangan kekurangan yang ada di aliran behaviorisme dan psikoanalisa. Aliran humanistik ini didasarkan pada pengalaman masa lalu yang memiliki pengaruh pada pembentukan kepribadian manusia yang berbeda- beda.

Namun tetap perlu diakui bahwa keinginan manusia untuk bebas dalam membuat keputusan bagi dirinya juga merupakan penentu pembentukan kepribadian dirinya sendiri. Humanisme lebih menitikberatkan pada perkembangan manusia dengan faktor subjektif seperti gambaran diri seseorang, penilaian akan tingkah laku, pengamatan terhadap respon, cita- cita ideal, dan lainnya.

Keenam aliran besar ini diuraikan menjadi konsep keilmuan psikologi yang menunjukkan perkembangan dalam mempelajari kejiwaan manusia. Para psikolog yang tidak menganut aliran ini akan mengembangkan atau  menggunakan teori psikologi lainnya. Teori psikologi terpilih memilika sifat yang lebih objektif guna melengkapi dan menyempurnakan pemahaman dari masing- masing teori psikologi.

Tahapan perkembangan sejarah psikologi dimulai dari pra psikologi, psikologi sebagai ilmu ototnom, sampai pada psikologi modern yang sudah dikenal dan digunakan dalam berbagai keilmuan saat ini, semua itu tidak terlepas dari peran para tokoh- tokoh terdahulu. Keilmuan psikologi yang mempelajari fokus tentang kejiwaan manusia ini pun mendapat kritik kritik dan perbaikan perbaikan sehingga mencapai apda keyakinan keilmuan yang dipercayai secara luas atau lebih global. Berbagai pertentangan muncul pada zamannya sebagai bentuk pengembangan dari berfikir kritis dalam menilai suatu teori baru untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Maka begitu berartinya keilmuan psikologi modern yang digunakan saat ini dalam penerapannya berkaitan dengan mempelajari kejiwaan manusia dan respon lingkungan serta tingkah laku sebagai efek dari kejiwaan tersebut.

B. Aliran-Aliran Psikologi

1. Strukturalisme

Aliran strukturalisme ini dikemuukakan pertama kali oleh Wilhelm Wundt melalui penelitiannya. Wundt dan rekan rekannya bekerja dan menyelidiki struktur kesadaran dan kemudian mengembangkan hukum hukum pembentuknya. Wundt dan rekannya berpendapat bahwa pengalaman mental yang kompleks itu memiliki struktur yang terdiri dari keadaan mental yang sederhana. Strukturalisme dari Wundt ini memiliki ciri terhadap penekanan analisis atau proses kesadaran dipandang dari elemen elemen dasar dan hukum antar elemen kesadaran. Karena pandangannya ini aliran strukturalisme disebut juga dengan psikologi elementalisme. Selain elemen dasar, kesadaran juga dipandang sebagai elemen utama kejiwaan atau kehidupan mental. Segala sesuatu dalam diri manusia berasal dari kesadaran.

Metode yang dipakai dalam aliran strukturalisme ini yaitu metode intropektif. Metode introspeksi ini yaitu dengan meminta seseorang untuk menceritakan kembali pengalaman masa lalunya atau perasaannya setelah dia melakukan sesuatu. Sensasi digambarkan seperti manis, pahit, dimana dapat diidentifikasi menggunakan introspeksi.

Menurut Jean Piaget, aliran strukturalisme ini mencakup banyak ragam dan sulit menampilkan sifat umum karena strukturnya cenderung berbeda beda. Piaget juga menjelaskan tiga sifat yang dimaksud dalam sebuah struktur, yaitu totalitas, pengaturan diri dan transformasi. Struktur unsur unsur tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya dalam sebuah kesatuan. Menurut hierarkinya, sebuah struktur memiliki sub struktur dan terikat dengan struktur yang membawahinya. Adapun tokoh aliran strukturalisme lainnya yaitu Edward bradford Titcherner.

Edward mewakili pandangan pandangan serupa yang juga merupakan murid dari Wundt. Edward ingin kembali ke Oxford namun ditolak karena tidak sejalan dengan pandangan dari Wundt. Kemudian dirinya berpindah ke Amerika Serikat dan mengembangkan strukturalisme di Universitas Cornell.

Wandt dan mahasiswanya memusatkan upaya menemukan unsur daras atau disebut struktur dalam proses proses mental. Strukturalisme merupakan aliran yang menyelisiki tentang struktur tersebut dalam kejiwaan. Sistematika psikologi oleh Wundt mengalami perkembangan dari masa ke masa antara lain: 

  1. Prasistematik: persepsi dan perbedaan antara perasaan dan sensasi penginderaan didasarkan pada doktrin (unconscious inference)
  2. Elementisme, Sensasionisme, Assosiasionisme. Merupakan permulaan meninggalkan konsel doktrin (unconscious inference). Jiwa terdiri dari elemen penginderaan, perasaan danyang berhubungan dengan asosiasi.
  3. Fase Empirisme: memunculkan teori 3 dimensi dari perasaan yaitu: Lust- Unlust (senang- tak senang); Spannus- losuns (tegang- tak tegang); Erreguns- beruhigung (semangat- tenang)
  4. Pada tahun 1902- 1903 (Vilker Psycology): konsep merupakan hal yang penting. Setiap rangsangan yang didapat mannusia dipersepsikan namun hanya secara aktif. Dalam bukunya, Volker Psycologie yaitu The Higher Mental Processes menyatakan bahwa proses proses mental itu lebih tinggi dari penginderaan, perasaan, persepsi, ataupun apersepsi

B. Fungsionalisme

Aliran fungsionalisme merupakan aliran psikologi yang bersifat dominan pada masanya dan merupakan hal utama yang perlu dipelajari mengenai perkembangan keilmuan psikologi. Aliran fungsional ini berbeda dengan aliran strukturalisme. Aliran fungsional terlahir dari pragmatism sebuah filsafat. Beberapa tokoh aliran fungsionalisme antara lain Willian james, J. R. Anggell, James Mc. Keen Cattell dan John Dewey.

Pengertian fungsionalisme sendiri yaitu orientasi psikologi yan gmenekankan pada proses kejiwaan yang sedang dihadapi dan menghargai manfaat psikologi. Selain itu juga mempelajari fungsi kesadaran sebagai jembatan penghubung antara manusia dengan lingkungannya. Aliran fungsonalisme memandang masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Fungsional juga menghubungkan antara pikiran dan perilaku manusia dan mengaitkannya dengan hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Aliran fungsional memandang bahwa pikiran, proses kejiwaan, persepsi, dan emosi merupakan hasil adaptasi manusia secara biologis. Aliran fungsionalisme menekankan pada fungsi dan bukan fakta dari suatu fenomena kejiwaan, atau menghubungkan atau mengartikan fenomena kejiwaan dengan peranan dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsional juga tidak cukup menjelaskan tentang mengapa sesuatu bisa terjadi, namun juga mengapa dan untuk apa hal tersebut terjadi. Fungsionalisme berfungsi untuk menyesuaikan diri secara psikis dan sosial untuk kelangsungan kehidupan.

Drevere 1988, menyatakan bahwa fungsionalisme merupakan jenis psikologi yang membawahi fungsi fungsi dan bukan fakta fenomena mental. Aliran fungsionalisme ini juga mendoktrin bahwa proses kesadaran merupakan kehendak dan keinginan bebas, berfikir, emosi, persepsi, dan hubungan fisik dengan lingkungan. Berikut pernyataan tokoh tokoh dari aliran fungsional:

  • William James

James mengemukakan pendapatnya bahwa psikologi tidak dapat membuktikan seberapa bebasnya kemauan. James kemudian menekankan pada psikologi fungsional pada kesadaran bahwa metode untuk beradaptasi dengan lingkungan dibutuhkan data yang berasal dari hasil observasi perilaku aktual.

  • James Rowlad Angell

James menjelaskan aliran fungsional memiliki tiga macam pandangan yaitu:

  • Fungsionalisme merupakan psikologi yang berlawanan dengan elemen elemen mental atau strukturalisme.
  • Fungsional menggunakan kesadaran sebagai perantara antara kebutuhan dengan interaksi lingkungan.
  • Fungsionalisme merupakan keseluruhan organisasi yang terdiri dari jiwa dan badan. Hal ini pula menyangkut kesadaran dan tingkah laku yang disertai kesadaran.
  • John Dewey

Pandangan dewey banyak dipengaruhi oleh ahli filsafat dimana dia merupakan penulis pertama dari buku psikologi dengan pandangan filsafat yang berjudul “manusia yang berfikir tentang perubahan”. Dewey menentang anggapan tentang manusia bahwa manusia itu pasif dan hanya mengikuti pola dari lingkungannya. Baik fungsionalisme maupun strukturalisme masing masing berperan dalam perkembangan psikologi awal.

Pandangan dalam aliran fungsionalisme yaitu antara lain:

  1. Fungsionalisme merupakan psikologi tentang ‘ mental operation’ atau aktivitas bekerjanya jiwa sebagai lawan dari psikologi mengenai elemen elemen.
  2. Fungsionalisme merupakan kegunaan dasar dari kesadaran dimana jiwa sebagai perantara antara lingkungan dan kebutuhan manusia atau organisme lain. Pada kondisi emergency yang berlaku adalah kebiasaan.
  3. Fungsionalisme merupakan psikofisik yaitu psikologi mengenai keseluruhan organisme termasuk didalamnya badan dan jiwa. Kesadaran juga dipelajarinya dan juga hal diluar kesadaran seperti kebiasaan atau kondisi setengah sadar.

C. Behaviorisme

Behaviorisme merupakan lanjutan dari strukturalisme oleh Wundt. Behaviorisme menolak unsur yang dinyatakan dalam fungsional yaitu kesadaran. Behaviorisme menyatakan diri mempelajari tentang perilaku yang nyata. Aliran ini berdasarkan Ivan Pavlov dan William mc Dougall yang teorinya dikenal dengan sebutan insting. Menurut mereka, insting merupakan kecenderungan tingkah atau perilaku dalam situasi tertentu sebagai bawaan lahir yang belum ada dipelajari sebelumnya. Aliran behaviorisme ini merupakan asumsi kejiwaan dan bukannya materi atau objek, sehingga tidak dapat diteliti langsung. Penelitian difokuskan pada tingkah laku dengan asumsi bahwa tingkah laku adlah wujud dari mental atau kejiwaan manusia.

Aliran behaviorisme memiliki 6 pandangan mengenai perilaku, sebagai berikut:

  1. Tingkah laku manusia merupakan bentuk realitas yang abstrak dan data diukur dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
  2. Psikologi merupakan ilmu yang mengkaji suatu objek yang realistis. Maka dari itu tingkah laku yang tanpa bentuk tidak dapat diteliti seperti kesadaran yang bentuknya abstrak. Hanya kesadaran secara bentuk fisik saja yang dapat dianalisis.
  3. Perilaku merupakan objek satu satunya yang dapat diteliti dalam psikologi.
  4. Faktor eksternal dalam behaviorisme merupakan bentuk rangsangan namun bukan merupakan bentuk tingkah laku itu sendiri.
  5. Semua bentuk tingkah laku merupakan hasil dari rangsangan yang berasal dari pengaruh eksternal dan juga kesadaran dan merupakan sifat bawaan.
  6. Berbagai respon perilaku muncul dan dipelajari dalam psikologi. Sedangkan bentuk modifikasi untuk mempertahankan perilaku tersebut bukan lagi bagian dari kajian psikologi karena merupakan pengaruh eksternal.

Berikut adalah tokoh dari behaviorisme, antara lain:

  1. John b. Watson 1878- 1958. Watson merupakan seorang ahli matematika dan filsafat yang memiliki teori tentang stimulus –respon. Stimulus merupakan semua objek dari eksternal atau lingkungan individu. Respon merupakan reaksi atau jawaban dari stimulus yang diterima.
  2. F. Skinner 1904- 1990 yang mengeluarkan pandangan penting mengenai aliran behaviorisme sebagai asumsi tentang perilaku. Perilaku diperkuat dengan penguatan positif yang merupakan respon dari stimulus yang diterima. Pandangan Skinner mengenai aliran behaviorisme diterbitkan dalam The Behavior of Organism dan dijelaskan kembali secara detail ke dalam Science and Human Behavior. Pandangan behaviorisme ini merupakan asumsi mengenai perilaku.

D. Psikologi Psikoanalisis

Aliran psikoanalisis merupakan pandangan yang mengaitkan kemajuan di bidang kedokteran. Aliran psikoanalisis ini diungkapkan oleh Sigmun Freud yang merupakan seorang ahli saraf. Sigmun mengungkapkan teori dasarnya tentang alam sadar dan alam bawah sadar. Alam sadar merupakan apa yang orang sadari sepenuhnya dan merupakan alam nyata, sedangkan alam bawah sadar merupakan kesadaran semu.

Hal yang terdapat di alam sadar adalah alam pra sadar yaitu disebut juga kenangan yang ada atau available memory yang mudah dipanggil kembali ke alam sadar. Ingatan ngatan masa lalu yang tidak teringat kembali dengan mudah dapat dipanggil kembali. Menurut freud keduanya dinamakan bagian terkecil dari fikiran manusia.

Pada alam bawah sadar, merupakan kondisi dimana sulit untuk dibawa ke alam sadar. Pada alam dibawah sadar terdapat nafsu dan insting. Menurut Freud, kondisi alam bawah sadar merupakan bagian dari dorongan dan munculnya semangat dari dalam diri kita.

Freud juga mengungkapkan beberapa konsep lainnya lagi seperti struktur kepribadian. Struktur kepribadian ada tiga yaitu ID, Ego, dan superego. Id merupakan unsur kepribadian dasar yang berupa nafsu atau keinginan. Ego merupakan pikiran yang juga mengontrol kesadaran dalam berperilaku. Superego merupakan kesadaran tertinggi manusia yang berasal dari bentukan nilai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan berkembang berdasarkan prinsip moral.

Tokoh behaviorisme lainnya yaitu Alfres Adler seorang lulusan dokter mata yang kemudian tertarik untuk menekuni bidang psikiatri. Teori teori yang diungkapkannya yaitu: (1) teori tentang inferioritas unniversa yaitu setiap manusia melakukan usaha untuk menyesuaikan diri dari kelemahan yang dimilikinya sebagai bentuk cara mengatasi kelemahannya. (2) teori tentang striving for superiority yaitu motivasi bawaan yang menggerakkan manusia untuk bertahan hidup dan meningkatkan diri.

Selain Adler, tokoh lainnya adalah Carl Gustav Jung. Jung adalah seorang psikiater yang keluar dari sekolah psikoanalisis Freud. Jung mengklasifikasikan karakteristik kepribadian menjadi dua yaitu introvert dan ekstrovert. Kepribadian introvert merupakan kepribadian dengan kecenderungan mengutamakan diri sendiri dan hidup di dunianya sendiri. Aspek yang terlihat dari seorang introvert adalah pemalu, tidak suka menjalankan fungsi sosial, dan menyukai privasi. Sedangkan kepribadian ekstravert merujuk padan dunia di luar dirinya dan sangat senang menjalankan fungsi sosialnya. Orang dengan karakter ekstravert memiliki kecenderungan suka bergaul, menikmati aktivitas sosial, tidak nyaman ketika sendirian, dan mudah berteman.

E. Aliran Humanistik

Aliran humanistik muncul sebagai kritik dari aliran sebelumnya yaitu behaviorisme dan psikoanalisa. Aliran humanistik disebut juga the third force setelah kedua aliran sebelumnya. Aliran humanistik memiliki prinsip prinsip utamaa yaitu:

  1. Memahami manusia sebagai totalitas, sehingga sangat tidak setuju dengan mengurangi komponen manusia dalam behaviorisme mapupun dalam proses fisiologis. Aliran ini menjelaskan bahwa manusia harus berkembang dan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasarnya saja, misalnya dalah hal perilaku.
  2. Metode yang dipakai dalah aliran ini adalah life history atau riwayat hidup, dimana berusaha memahami mannusia dari riwayat perjalanan hidupnya yang memiliki keunikan masing masing individu.
  3. Aliran ini juga mengakui pentingnya kebebasan personal dan tanggungjawab dalam mengambil keputusan untuk keberlangsungan hidupnya. Manusia hidup untuk berkembang dan berusaha memenuhi aktualisasi diri dan mengembangkan potensi diri.
  4. Pikiran manusia bersifat aktif dan dinamis. Manusia memiliki kemampuan yaitu kreativitas dan melalui kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi dirinya.
  5. Pandangan humanistik ini banyak diterapkan dalam psikoterapid an proses konseling karena memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman diri.

Tokoh dari aliran humanistik ini antara lain:

  • Carl Rogers

Rogers merupakan seorang psikoterapis yang mengembangkan aliran humanistik. Rogers juga menemukan teknik terapi yang dikenal dengan Client Centered Therapy atau teknik terapi yang berfokus pada pasien. Teknik ini mengasumsikan posisi yang sama antara terapis dan pasien. Hubungan antara terapis dengan klien harus dijaga rasa saling percayanya, kehangatan hubungan, dan juga memberi kebebasan pengambilan keputusan dan bertanggungjawab atas keputusan tersebut.

Terapis bertugas untuk menggali dan mengetahui masalah dari klien dan juga membantu menemukan solusi yang baik bagi dirinya. Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada konsep aktualisasi individu, sama halnya dengan ahli humanistik lainnya. Aktualisasi diri merupakan proses pengembangan diri dari dorongan dalam diri atas potensi yang dimiliki dan merupakan sifat bawaan dan ciri dari manusia. Aktualisasi diri menghasilkan kreativitas, inovasi dan lainnya dari manusia.

  • Abraham Maslow

Maslow mengemukakan teori motivasi dimana perkembangan psikologis manusia didasarkan pada pemenuhan kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan harga diri, dan aktualisasi diri.

F. Aliran Gestalt

Gestalt bukanlah nama seseorang namun berasal dari bahasa Jerman yang diartikan sebagai bentuk, konfigurasi, atau keseluruhan, totalitas, hakikat. Aliran ini memandang keutamaan dari psikologi adalah mengenai keseluruhan. Mekanisme kerja aliran ini yaitu dengan menganalisis unsur unsur kejiwaan. Kejiwaan merupakan hal yang harus dipelajari secara keseluruhan dan tidak dapat dipisahkan ke dalam elemen elemen.

Weitheimer memberikan penjelasan yang lebih jelas untuk memahami konsep aliran Gestalt ini. Dia menjelaskan bahwa seseorang merupakan efek dari keseluruhan fenomena . seseorang  melihat aliran cahaya, meskipun dia hanya melihat satu cahaya dalam satu waktu. Keseluruhan peristiwa saling berhubungan membentuk untaian dari masing masing lampu. Prinsip Gestalt adalah hukum pragnanz. Pradnanz diartikan dlam bahasa jerman sebagai preagnant dalam bahasa inggris atau hamil.kata ‘bagus’ dalam aliran ini bisa diartikan banyak makna seperti ketertiban, kesederhanaan, simetri, dan lain sebagainya yang kemudian merujuk pada prinsip yang lebih spesifik.

Psikologi aliran Gestalt memandang totalitas batin yang mengatur atau mengorganisasikan totalitas sebagai suatu hal yang utama. Sedangkan elemen kejiwaan lainnya merupakan faktor sekunder. Gejala gejala psikis tertentu yang bersifat khusus menurut Gestalt merupakan totalitas yang menentukan tenaga batiniah dalam jiwa manusia.

Menurutnya, fenomena yang terjadi merupakan kondisi dari proses fisiologis dan psikologis yang merupakan natural science. Metode utama dalam psikologi juga dibedakan menjadi tiga yaitu:

  1. Instropeksi: yaitu metode yang penting dan utama dalam psikologi. James mengungkapkan intropeksi merupakan bagian yang bersifat alamiah pada manusia dan kemampuan menyadari apa yang telah dan sedang terjadi.
  2. Eksperimentasi: yaitu metode yang penting namun tidak bisa melakukannya sendiri. James mengungkapkan metode ini perlu dieksplor lebih jauh lagi.
  3. Metode komparatif: yaitu metode psikologi yang digunakan pada anak anak, binatang, orang primitif, atau penderita gangguan kejiwaan.